SeLAMAT DATANG KE BLOG

HARAP DAPAT BACA BLOG YANG TAK SEBERAPA NI,HARAP MAAF APA YANG TERSILAP KAT BLOG NI,SELAMAT MEMBACA,BYE FOLLOW LAH BLOG NI




hakimdefend-firsttimeakubuatblog.blogspot.com

Monday, 5 December 2011

5 Perkara Yang Dapat Mengubat hati


Siapa yang hati dia tak tenang? Siapa yang hatinya tak tenteram? Siapa yang hati dia kusut dan kusam? Kalau anda orangnya. Sila teliti 5 perkara pengubat hati ini.
Bukan sekadar teliti. Tapi lakukan dan amalkan. InsyaAllah hati akan menjadi tenang bahagia.
hati yang tenang

5 Perkara Yang Dapat Mengubat Hati ialah :


  1. Bergaul dengan orang-orang soleh.
  2. Suka membaca dan memerhatikan Al-Quran.
  3. Membersihkan perut (Menjauhkan diri) daripada makanan yang haram.
  4. Suka solat sunat di malam hari (qiamullail).
  5. Zikir dan berdoa kepada Allah SWT ketika subuh.

10 Surah Penting Yang Banyak Kelebihan

Nuffnang Ads
Saya nak ajak kawan-kawan semua untuk amal baca semua surah-surah ini dengan istiqamah. Bacalah surah ini sebanyak mungkin setiap hari. InsyaAllah kita pasti akan merasai kesannya. Semoga Allah menilai amalan kita sebagai ibadah yang diterimaNya dan menjadi bekalan di ‘hari sana’. Aamiiin.
bacalah quran sebanyak mungkin

10 Surah Yang Banyak Kelebihan


  1. Surah Al-Fatihah : dapat memadam kemurkaan Allah SWT.
  2. Surah Yasin : dapat menghilangkan rasa dahaga atau kehausan pada hari Kiamat.
  3. Surah Dukhan : dapat membantu kita ketika menghadapi ujian Allah SWT pada hari kiamat.
  4. Surah Al-Waqiah : dapat melindungi kita daripada ditimpa kesusahan atau fakir.
  5. Surah Al-Mulk : dapat meringankan azab di dalam kubur.
  6. Surah Al-Kauthar : dapat merelaikan segala perbalahan.
  7. Surah Al-Kafirun : dapat menghalang kita daripada menjadi kafir ketika menghadapi kematian.
  8. Surah Al-Ikhlas : dapat melindungi kita daripada menjadi golongan munafiq.
  9. Surah Al-Falaq : dapat menghapuskan perasaan hasad dengki.
  10. Surah An-Nas : dapat melindungi kita daripada ditimpa penyakit was-was.
Kalau boleh hafal semua surah-surah tu lagi bagus. Hafal dan amalkan sokmo2. Semoga saya dan tuan-puan semua dapat amal. Sama-sama lah kita usaha untuk amal ilmu yang kita ada.  :)
bismillah enam

Saiyidina Ali dengan Seorang Nasrani Tua


Suatu hari Saiyidina Ali KarramallahaWajhah tergesa-gesa untuk menunaikan shalat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid, Saiyidina Ali bertemu dengan orang tua bertongkat sedang berjalan dengan sangat perlahan dan ditangannya memegang pelita untuk menerangai jalan yang gelap gelita.

Saiyidina Ali mengikuti sahaja langkah orang tua itu kerana beliau tidak sanggup memintas orang tua itu sebagai menghormatinya. Apabila tiba di masjid, Saiyidina Ali bergegas masuk ke masjid untuk menunaikan shalat subuh berjemaah bersama Rasulullah. Ketika Saiyidina Ali memasuki masjid didapati Rasulullah sedang rukuk. Rukuk Rasulullah pada kali itu sungguh lama, tidak seperti biasa, seolah-olah menanti Saiyidina Ali turut serta solat berjemaah.Setelah selesai solat subuh Saiyidina Ali bertanya kepada Rasulullah “Ya Rasulullah, kenapakah engkau memanjangkan rukuk pada kali ini, belum pernah engkau lakukan sebelum ini” . Jawab Rasulullah ” Semasa aku sedang rukuk, dan ketika aku hendak i’tidal, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dan menekan belakangku. Setelah lama menekan barulah aku dapat iktidal”.
Mendengar jawaban Rasulullah, Saiyidina Ali menceritakan apa yang berlaku semasa perjalananya ke masjid tadi. Rupa-rupanya Allah telah mengisyaratkan kepada Rasulullah supaya menanti Saiyidina Ali supaya dapat ikut serta shalat subuh berjamaah. Ada juga diriwayatkan bahawa pada saat itu Allah telah memerintahkan Malaikat Mika’il supaya men
ahan kelajuan matahari agar Saiyidina Ali dapat solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah kerana sikap Saiyidina Ali meredah diri dan menghormati orang tua Nasrani itu

Mengapa Aku Diuji


Sebuah kisah nyata, seperti dituturkan seorang Bunda kepada penulis, semoga kita bisa mengambil hikmahnya…
Kebahagiaan meliputi hati Ibu Rahma (bukan nama sebenarnya). Telah lahir buah hatinya yang didamba. Ditatapnya lembut, dibelainya Bayi mungil dalam pelukan, tak ingin ia lepas, walau hanya sekejap…
Hari-hari sebagai Ibu dijalaninya penuh suka cita. Kasih sayang penuh tercurah untuk sang buah hati… Sang Bayi tumbuh lucu dan menggemaskan. Menginjak usia 11 bulan, bahkan ia sudah pandai berjalan. Bukan main senangnya hati Sang Bunda.
Suatu hari Anaknya mengalami demam tinggi. Ibu Rahma segera membawanya ke Dokter. Namun setelah dua hari diberi obat, demamnya tak kunjung reda, Ibu Rahma memutuskan membawa Anaknya ke Rumah Sakit terdekat.
Sesampainya di Rumah sakit, pihak Rumah sakit menyarankan agar anaknya diopname. Ibu Rahma diminta mengurus administrasi terlebih dahulu, membayar biaya perawatan. Proses administrasi cukup lama, sementara Anaknya masih belum ditangani oleh Dokter karena menunggu selesainya pembayaran administrasi.
Urusan administrasi selesai, Dokter datang menangani anaknya. Ternyata Anak Ibu Rahma telah menghembuskan nafas terakhir… “Anak Ibu tak tertolong lagi…” demikian penjelasan Dokter kepada Ibu Rahma.
Ibu Rahma menjerit pilu. Hatinya pedih tiada terperi. Rasa penyesalan berkecamuk di dada. Ia merasa dirinyalah penyebab kematian Sang Anak. Ia sangat menyesal telah membawa ke Rumah Sakit itu, bukan ke Dokter langganannya. “Akulah yang membunuh anakku, akulah yang membunuh Anakku!” Kalimat ini terus menggema dipikirannya.
Duka Sang Bunda teramat dalam. Jiwanya terguncang hebat. Semangat hidupnya pun lenyap. Bahkan ia tak ingat lagi siapa dirinya. Setiap hari ia menyalahkan diri sendiri. Ia menjadi sangat sensitif bila mendengar tangis Bayi. Apabila melihat Anak kecil, Ibu Rahma segera berlari merebut Anak kecil itu untuk dipeluknya. Suaminya sangat prihatin dengan keadaannya. Berbagai nasehat diberikannya untuk Sang Istri tercinta, Ustadz pun rutin didatangkan untuk menasihati Ibu Rahma, namun belum jua membuahkan hasil.
Dua bulan berlalu sudah… suatu hari Ibu Rahma mendengar suara tangisan Bayi di depan rumahnya. Mendengar suara tangis Bayi, ia segera lari menghampiri. Dilihatnya seorang Ibu muda membawa Bayi dalam gendongan. Si Bayi yang sedang menangis diambil oleh Ibu Rahma, lalu disusui. Tangis Si Bayi berhenti. Menurut Ibu Si Bayi, ia sedang dalam perjalanan menunggu kendaraan umum. Karena kasihan, Ibu Rahma menawarkan kepada Ibu muda itu untuk beristirahat di rumahnya. “Menginap saja di rumah saya,” ajaknya. Si Ibu pun setuju.
Keesokan pagi Ibu Rahma mendapati Si Ibu muda telah pergi meninggalkan rumahnya, pergi meninggalkan sang Bayi di rumahnya! Kegembiraan menyeruak di dada, air mata membasahi pipinya, Allah telah memberinya seorang Bayi sebagi pengganti Anaknya…
Beberapa waktu kemudian kabar gembira kembali menghampirinya, Ibu Rahma dinyatakan positif hamil. Rasa syukur dipanjatkan Ibu Rahma kepada Allah, segala kepedihan telah sirna, berganti dengan kebahagiaan tak terhingga…
***
Anak, harta terindah kita. Keceriaan Anak adalah kebahagiaan Bunda. Kesedihan Anak adalah duka bagi Bunda. Kehilangan Anak merupakan ujian yang sangat berat, duka nestapa bagi Bunda. Betapa besar kasih sayang Ibu kepada Anaknya, tapi Subhanallah… ternyata kasih sayang Allah kepada Hamba-Nya jauh lebih besar, melebihi kasih sayang Ibu kepada Anaknya.
Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Selalu ada hikmah tersimpan di balik setiap ujian-Nya. Ujian diberikan Allah kepada hamba-Nya tiada lain sebagai pengugur dosa, sebagai peningkat derajat di sisi Allah, sebagai penguat iman kita. “Ingatlah Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah [2] : 286)
Sikap terbaik seorang Mukmin dalam menghadapi ujian adalah dengan bersabar dan ridha dengan segala ketetapan-Nya. Dalam hadist Qudsi, Allah SWT berfirman:
“Wahai anak Adam! Apabila engkau terus bersabar (bila hilangnya sesuatu dari dirimu, dan engkau mengharapkan pahala dari-Ku, maka Aku tidak rela membalasmu dengan balasan yang lebih rendah dari Surga.”
Rasulullah Saw bersabda, ”Sungguh menakjubkan perkaranya orang Mukmin. Karena semua urusan orang Mukmin itu penuh kebaikan. Hal ini tidak akan terjadi pada orang lain, kecuali orang Mukmin saja. Jiak ia mendapat kesenangan ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka hal itu pun menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah saw bersabda, ”Orang Mukmin, laki-laki atau perempuan, akan senantiasa diuji oleh Allah, dengan ujian akan dirinya, Anaknya, atau hartanya sehingga dia menghadap Allah SWT tanpa membawa dosa sedikit pun.” (HR. Imam Tirmidzi)
Semoga kita semua diberikan kesabaran tiada bertepi dalam menjalani ujian yang kerap menyapa, sehingga saat kelak kita mengahadap-Nya, diri kita telah dibersihkan dari segala dosa, dan dengan rahmat-Nya kita dapat menginjakkan kaki di surga-Nya… Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

Hukum Membaca Ramalan



Ramalan Bintang Termasuk Ilmu Nujum/Perbintangan
Zodiak adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Zodiak yang dikenal sebagai lambang astrologi terdiri dari 12 rasi bintang (Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces). Zodiak ini biasa digunakan sebagai ramalan nasib seseorang, yaitu suatu ramalan yang didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak (disarikan dari website Wikipedia). Dalam islam, zodiak termasuk ke dalam ilmu nujum/Perbintangan.
Ramalan Bintang Adalah Sihir
Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mempelajari ilmu nujum berarti ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, apabila bertambah ilmu nujumnya maka bertambah pulalah ilmu sihirnya.” (HR Ahmad dengan sanad hasan). Hadits ini dengan jelas dan tegas menyatakan bahwa ilmu nujum (yang termasuk dalam hal ini adalah ramalan bintang) merupakan bagian dari sihir. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa apabila ilmu nujumnya itu bertambah, maka hal ini berarti bertambah pula ilmu sihir yang dipelajari orang tersebut. Sedangkan hukum sihir itu sendiri adalah haram dan termasuk kekafiran, sebagaimana Allah berfirman yang artinya:“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir).” (Qs. Al Baqarah: 102)
Ramalan Bintang = Mengetahui Hal yang Gaib
Seseorang yang mempercayai ramalan bintang, secara langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa ada zat selain Allah yang mengetahui perkara gaib. Padahal Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Dia. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” (Qs. An Naml: 65). Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi besok, sebagaimana firmanNya yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana Dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34). Klaim bahwa ada yang mengetahui ilmu gaib selain Allah adalah kekafiran yang mengeluarkan dari islam.
Ramalan Bintang = Ramalan Dukun
Setiap orang yang menyatakan bahwa ia mengetahui hal yang gaib, maka pada hakikatnya ia adalah dukun. Baik dia itu tukang ramal, paranormal, ahli nujum dan lain-lain. (Mutiara Faidah Kitab Tauhid, Ust Abu Isa Hafizhohullah) Oleh karena itu, ramalan yang didapatkan melalui zodiak sama saja dengan ramalan dukun. Hukum membaca ramalan bintang disamakan dengan hukum mendatangi dukun. (Kesimpulan dari penjelasan Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dalam kitab At-Tamhid).
Hukum Membaca Ramalan Bintang
Orang yang membaca ramalan bintang/zodiak baik itu di majalah, koran, website, melihat di TV ataupun mendengarnya di radio memiliki rincian hukum seperti hukum orang yang mendatangi dukun, yaitu sebagai berikut:
Jika ia membaca zodiak, meskipun ia tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)
Jika ia membaca zodiak kemudian membenarkan ramalan zodiak tersebut, maka ia telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).
Jika ia membaca zodiak dengan tujuan untuk dibantah, dijelaskan dan diingkari tentang kesyirikannya, maka hukumnya terkadang dituntut bahkan wajib. (disarikan dari kitab Tamhidkarya Syeikh Shalih bin Abdul Aziz Alu syaikh dan Qaulul Mufid karya Syeikh Utsaimin dengan sedikit perubahan).
Shio, Fengshui, dan Kartu Tarot
Di zaman modern sekarang ini tidak hanya zodiak yang digunakan sebagai sarana untuk meramal nasib. Seiring dengan berkembangnya zaman, ramalan-ramalan nasib dalam bentuk lain yang berasal dari luar pun mulai masuk ke dalam Indonesia. Di antara ramalan-ramalan modern impor lainnya yang berkembang dan marak di Indonesia adalah Shio, Fengshui (keduanya berasal dari Cina) dan kartu Tarot (yang berasal dari Italia dan masih sangat populer di Eropa). Kesemua hal ini hukumnya sama dengan ramalan zodiak.
Nasib Baik dan Nasib Buruk
Ukhti muslimah yang semoga dicintai oleh Allah, jika ukhti renungkan, maka sesungguhnya orang-orang yang mencari tahu ramalan nasib mereka, tidak lain dan tidak bukan dikarenakan mereka menginginkan nasib yang baik dan terhindar dari nasib yang buruk. Akan tetapi, satu hal yang perlu kita cam dan yakinkan di dalam hati-hati kita, bahwa segala hal yang baik dan buruk telah Allah takdirkan 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi, sebagaimana Nabi bersabda “Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk 50 ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Hanya Allah yang tahu nasib kita. Yang dapat kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hal yang baik dan terhindar dari hal yang buruk, selebihnya kita serahkan semua hanya kepada Allah. Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Qs. Ath Thalaq: 3). Terakhir, ingatlah, bahwa semua yang Allah tentukan bagi kita adalah baik meskipun di mata kita hal tersebut adalah buruk. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 216). Berbaik sangkalah kepada Allah bahwa apabila kita mendapatkan suatu hal yang buruk, maka pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Adil terhadap hamba-hambaNya.

ciri ciri nabi muhammad

Perjalanan hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disertai sahabat beliau, Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berlangsung diam-diam, menghindari kejaran Quraisy. Perjalanan yang tak ringan. Di tengah payahnya perjalanan Makkah-Madinah, mereka singgah di sebuah tenda, tempat tinggal sepasang suami istri yang selalu memberikan jamuan kepada orang-orang yang singgah di sana. Peristiwa yang menakjubkan pun terjadi dalam kehidupan seorang wanita bernama Ummu Ma’bad.

Ummu Ma’bad Al-Khuza’iyah, Atikah bintu Khalid bin Khalif bin Munqidz bin Rabi’ah bin Ashram bin Dhabis bin Haram bin Habsyiyah bin Salul bin Ka’b bin ‘Amr dari Khuza’ah. Dia menikah dengan sepupunya, Tamim bin ‘Abdil ‘Uzza bin Munqidz bin Rabi’ah bin Ashram bin Dhabis bin Haram bin Habsyiyah bin Salul bin Ka’b bin ‘Amr dari Khuza’ah. Mereka dikaruniai seorang anak yang mereka beri nama Ma’bad. Dengan nama inilah mereka berkunyah.
Mereka berdua tinggal di Qudaid, antara Makkah dan Madinah. Namun mungkin mereka tak pernah menyangka, tempat tinggal mereka akan menjadi tempat yang masyhur dengan singgahnya utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala di sana.
Ummu Ma’bad adalah seorang wanita yang tekun dan ulet. Dia biasa duduk di serambi tendanya, memberi makanan dan minuman kepada siapa pun yang melewati tendanya.
Sementara itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu hendak melanjutkan perjalanan kembali setelah bersembunyi selama tiga hari dalam gua. Budak Abu Bakr, ‘Amr bin Fuhairah menyertai mereka. Juga seorang penunjuk jalan, Abdullah bin ‘Uraiqith Al-Laitsi yang datang pada hari yang ditentukan membawa dua tunggangan milik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr. Senin dini hari mereka berangkat.
Selasa, mereka sampai di Qudaid. Berempat mereka singgah di tenda Ummu Ma’bad. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr meminta daging dan kurma yang dia miliki. Mereka hendak membelinya.
“Kalau kami memiliki sesuatu, tentu kalian tidak akan kesulitan mendapat jamuan,” kata Ummu Ma’bad. Saat itu adalah masa paceklik, kambing-kambing pun tidak beranak.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seekor kambing betina di samping tenda. “Mengapa kambing ini?” tanya beliau. “Dia tertinggal dari kambing-kambing yang lain karena lemah,” jawab Ummu Ma’bad. “Apa dia masih mengeluarkan susu?” tanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lagi. “Bahkan dia lebih payah dari itu!” ujar Ummu Ma’bad.
“Apakah engkau izinkan bila kuperah susunya?” tanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Boleh, demi ayah dan ibuku,” jawab Ummu Ma’bad. “Bila kau lihat dia masih bisa diperah susunya, perahlah!”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kantong susu kambing betina itu sambil menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berdoa. Seketika itu juga, kantong susu kambing betina itu menggembung dan membesar. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta bejana pada Ummu Ma’bad, lalu memerah susu kambing itu dalam bejana hingga penuh. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan bejana itu pada Ummu Ma’bad. Ummu Ma’bad pun meminum susu itu hingga kenyang. Setelah itu beliau memberikannya kepada yang lainnya hingga mereka pun kenyang. Barulah beliau minum susu itu.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerah susu kambing itu lagi hingga memenuhi bejana. Beliau tinggalkan bejana yang penuh berisi susu itu untuk Ummu Ma’bad, kemudian mereka melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian, suami Ummu Ma’bad datang sambil menggiring kambing-kambing yang kurus dan lemah. Ketika melihat bejana berisi susu, dia bertanya keheranan, “Dari mana susu ini? Padahal kambing-kambing kita tidak beranak dan di rumah tak ada kambing yang bisa diperah!”
“Demi Allah,” kata Ummu Ma’bad. “Tadi ada seseorang yang penuh berkah lewat di sini. Di antara ucapannya, begini dan begini ….”
“Demi Allah,” sahut Abu Ma’bad, “Aku yakin, dialah salah seorang Quraisy yang sedang mereka cari-cari! Gambarkan padaku, bagaimana ciri-cirinya, wahai Ummu Ma’bad!”
Ummu Ma’bad pun melukiskan sifat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dilihatnya, “Dia sungguh elok. Wajahnya berseri-seri. Bagus perawakannya, tidak gemuk, tidak kecil kepalanya, tampan rupawan. Bola matanya hitam legam, bulu matanya panjang. Suaranya agak serak-serak, dan lehernya jenjang. Jenggotnya lebat, matanya jeli bagaikan bercelak. Alisnya panjang melengkung dengan kedua ujung yang bertemu, rambutnya hitam legam. Bila diam, dia tampak berwibawa, bila berbicara, dia tampak ramah. Amat bagus dan elok dilihat dari kejauhan, amat tampan dipandang dari dekat. Manis tutur katanya, tidak sedikit bicaranya, tidak pula berlebihan, ucapannya bak untaian marjan. Perawakannya sedang, tidak dipandang remeh karena pendek, tak pula enggan mata memandangnya karena terlalu tinggi. Dia bagai pertengahan antara dua dahan, dia yang paling tampan dan paling mulia dari ketiga temannya yang lain. Dia memiliki teman-teman yang mengelilinginya. Bila dia berbicara, mereka mendengarkan ucapannya baik-baik. Bila dia memerintahkan sesuatu, mereka dengan segera melayani dan menaati perintahnya. Dia tak pernah bermuka masam dan tak bertele-tele ucapannya.”
Mendengar penuturan itu, Abu Ma’bad berkata yakin, “Demi Allah, dia pasti orang Quraisy yang sedang mereka cari-cari. Aku bertekad untuk menemaninya, dan sungguh aku akan melakukannya jika kudapatkan jalan untuk itu!”
Hari yang penuh kebaikan dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada hari itu, Ummu Ma’bad masuk Islam.[1] Dikisahkan, kambing Ummu Ma’bad yang diusap oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam panjang umurnya. Kambing itu tetap hidup sampai masa pemerintahan ‘Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu tahun 12 H dan selalu mengeluarkan air susunya saat diperah, pagi maupun sore hari.
Ummu Ma’bad Al-Khuza’iyah, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhainya ….
Wallahu ta’ala a’lamu bish shawab.

Ciri-ciri Nabi Muhammad Saw


(diriwayatkan dari Rabi�ah bin Abd Al Rahman :) aku pernah mendengar Anas bin Malik mendeskripsikan Nabi Saw dengan berkata ; "tingginya sedang, tidak tinggi dan tidak pula pendek; kulitnya kemerahan, tidak putih benar dan tidak coklat benar; rambutnya tidak ikal dan tidak pula lurus. Wahyu Illahi (pertama kali) diturunkan ketika usianya mencapai empat puluh tahun. Ia tinggal di Makkah sepuluh tahun menerima wahyu, dan di Madinah lebih kurang selama sepuluh tahun. pada saat wafatnya, uban pada janggut dan �ambut kepalanya yang mulia tidak lebih dari dua puluh helai."

Sunday, 4 December 2011

Kisah Imam Ahmad & pembuat roti



Pada suatu malam Imam Ahmad pergi ke masjid untuk bermalam di masjid tetapi penjaga masjid tidak mengizinkannya. Dia pun kata “Aku akan tidur tepat di tempat pijakan tapak kakiku”.

Seorang pembuat roti datang dan kasihan melihatnya dan menawarkan Imam Ahmad bermalam di rumahnya. Pembuat roti itu menjamunya. Ketika pembuat roti itu menguli roti, dia sentiasa beristighfar membuatkan Imam Ahmad merasa kagum.

Esok subuh, Imam Ahmad bertanya kepada pembuat roti “Adakah engkau dapat hasil dengan istighfarmu itu?” (dia memang tahu kelebihan istighfar, sekadar bertanya faedah buat lelaki itu). Pembuat roti kata setakat ini semua yang didoanya tercapai kecuali satu iaitu niat untuk berjumpa Imam Ahmad.

Imam Ahmad kata “Akulah Imam Ahmad. Demi Allah aku benar-benar ditarik ke sini untukmu.”

20 Fakta Menarik Tentang Islam

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Islam yang saya petik dari beberapa senarai di intenet.
1. Tahukah Anda? Ternyata Nama yang Paling Banyak Diguna di Dunia adalah “Muhammad” disusuli dengan nama “Jack”.

2. Albania merupakan negara satu-satunya di benua Eropah yang 90% penduduknya beragama Islam

3. Perkataan-perkataan berikut ini adalah berasal dari bahasa Arab : Algebra, Zero, Cotton, Sofa, Rice, Candy, Safron, Balcony, bahkan `Alcohol’ juga berasal dari bahasa Arab, Al-Kuhl, yang mempunyai erti “bubuk” yang kemudiannya diserap ke dalam bahasa Inggeris.

4. Beberapa ayat di dalam Al-Qur’an menggambarkan pentingnya persamaan hak antara lelaki dan wanita (secara perhitungan matematik). Kata “Lelaki” dan “Wanita” di dalam Al-Qur’an sama-sama berjumlah 24

5. Islam merupakan agama yang pertumbuhannya paling cepat di dunia menurut banyak sumber, dijangkakan akan menjadi agama nombor 1 di dunia pada tahun 2030

6. Jikalau sekarang Al-Qur’an dihancurkan, maka versi arab dari Al-Qur’an akan segera direcover oleh jutaan muslim, yang disebut “Huffaz” yang telah menghafalkan kata-kata di dalam Al-Qur’an dari mulai awal sampai dengan akhir ayat.

7. Pemeluk Islam bertambah 2,9% per tahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% per tahun.
8. Berdasarkan data dari Kementerian Pertahanan Amerika Syarikat. Dianggarkan seramai 15,000 orang yang beragama Islam berkhidmat dalam US Militari ( Stats 1997).

9. Seramai 8 juta orang Muslim yang kini ada di AS dan 20.000 orang AS masuk Islam setiap tahun setelah peristiwa 9/11

10. Jasad Nabi Muhammad pernah ingin dicuri 2 kali, namun kedua2nya gagal dan salah satu yang mencuri dihilangkan oleh Allah dari bumi

11. Al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang boleh dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur’an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.

12. Jika agama lain mempunyai lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur’an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:

13. Para astronaut telah menemukan bahawa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi yang berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infiniti (tidak berakhir), radiasi tersebut menembus planet mars dan masih berlanjutan. Peneliti mempercayai bahawa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.(Sumber : http://www.indomp3z.us/archive/index.php/t-88731.html)

14. Kata-kata terakhir Nabi Muhammad sebelum wafat adalah “Ummatii … ummatii …ummatii” yang mengungkapkan betapa besar cinta Baginda kepada umatnya.

15. Solat yang pertama dilakukan oleh Rasulallah Saw menghadap Masjidil Haram adalah solat Asar bersama para sahabat, setelah sebelumnya berkiblat ke Masjidil Baitul Maqdis selama 16 bulan.

16. Sebanyak 23 kali perang semasa Rasulullah memimpin, hanya sekali kekalahan yang di derita kaum muslimin, yakni, perang uhud.

17. Musa A.S adalah nama yang paling sering disebut dalam Al-Qur’an, sedangkan Maryam adalah satu2nya nama perempuan yang disebut dalam Al-Qur’an.

18. Semua anak Nabi Muhammad, yakni, Al-Qasim,Abdullah dan Ibrahim, meninggal kurang lebih pada usia 2 tahun. Allah sengaja memanggil mereka lebih awal agar kaum muslimin tidak mengangkat mereka menjadi rasul yang baru.

19. Hajar Aswad itu diturunkan dari syurga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

20. Al Khawarizmi (matematik), Jabir Ibn Hayyan (kimia), Ibnu Khaldun (sosiologi dan sejarah), Ibnu Sina (kedoktoran), Ar Razi (kedoktoran), Al Biruni (fizik), Ibnu Batutah (antropologi) adalah contoh dari ratusan cendikiawan muslim yang menjadi rujukan dalam ilmu pengetahuan moden.

Saturday, 3 December 2011


FAKTA SAINS DAN ISLAM
Lebah Madu


"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan."
(QS. An-Nahl: 68-69)

    Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyedari sifat-sifat luar biasa dari penghasilnya, iaitu lebah madu.
    Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah nektar, yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh kerana itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru-iaitu madu dan menyimpannya untuk musim dingin yang akan datang.
    Sungguh menarik untuk diketahui  bahawa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan produksi berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan energi? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata "wahyu" yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.
    Lebah memproduksi madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang memproduksi susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.

Organisasi Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah

Kehidupan lebah di sarang dan produksi madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama "kehidupan sosial" lebah. Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan mereka mengatur semua ini dengan organisasi yang luar biasa.
Pengaturan kelembapan dan ventilasi: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki kualitas perlindungan tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan kualitas perlindungan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang harus 35 C selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga ventilasi.
Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur ventilasi sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada struktur kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang standar, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah ventilator yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.
Sistem ventilasi ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.
Sistem kesihatan: Lebah  menjaga kualiti madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat sistem pemeliharaan kesihatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan bakteria. Tujuan utama sistem ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteria. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah berusaha untuk mengusirnya dari sarang.
 


Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya

Penyimpanan Maksima Dengan Bahan Minima
    Sarang yang dibangun lebah dapat menampung 80 ribu lebah yang hidup dan bekerja bersama-sama, dengan menggunakan sedikit bagian dari lilin lebah.
    Sarang tersebut tersusun atas sarang madu berdinding lilin lebah, dengan ratusan sel-sel kecil pada kedua permukaannya. Semua sel sarang madu berukuran sama persis. Keajaiban teknik ini dicapai melalui kerja kolektif ribuan lebah. Lebah menggunakan sel-sel ini untuk menyimpan makanan dan memelihara lebah muda.
    Selama jutaan tahun, lebah telah menggunakan struktur segi enam untuk membangun sarangnya. (Sebuah fosil lebah yang berusia 100 juta tahun telah ditemukan). Sungguh menakjubkan bahwa mereka memilih struktur segi enam, bukan segi delapan atau segi lima. Ahli matematik memberikan alasannya: "struktur segi enam adalah bentuk geometris yang paling sesuai untuk memanfaatkan setiap bahagian unit secara maksimum". Jika sel-sel sarang madu dibangun dengan bentuk lain, akan terdapat bahagian yang tidak terpakai, sehingga lebih sedikit madu yang bisa disimpan dan lebih sedikit lebah yang mendapatkan manfaatnya.
    Pada kedalaman yang sama, bentuk sel segi tiga atau segi empat dapat menampung jumlah madu yang sama dengan sel segi enam. Akan tetapi, dari semua bentuk geometris tersebut, segi enam memiliki keliling yang paling pendek. 
    Kesimpulannya: sel berbentuk segi enam memerlukan jumlah lilin paling sedikit dalam pembangunannya, dan menyimpan madu paling banyak. Lebah tentu tidak akan mampu menghitung ini, yang hanya dapat dilakukan manusia dengan perhitungan geometris yang rumit. Haiwan kecil ini menggunakan bentuk segi enam secara fitrah, hanya karena mereka diajari atau "diilhami" oleh Tuhan mereka.

Cara Menentukan Arah

Lebah biasanya harus terbang menempuh jarak jauh dan menjajagi wilayah luas untuk menemukan makanan. Mereka mengumpulkan serbuk sari bunga dan bahan pembuat madu dalam jarak 800 m dari sarang. Seekor lebah, yang telah menemukan bunga, terbang kembali ke sarangnya untuk memberi tahu lebah lain tentang tempat bunga tersebut. Bagaimana lebah ini menjelaskan lokasi bunga kepada lebah lain di sarang?
    Dengan menari!… Lebah yang kembali ke sarangnya mulai menari. Tarian ini adalah  untuk memberi tahu lebah lain tentang lokasi bunga. Tarian yang diulang-ulang lebah tersebut mengandung semua informasi tentang sudut, arah, jarak, dan informasi perincian lain tentang sumber makanan, sehingga lebah lain dapat mencapai tempat itu.
    Tarian ini berbentuk angka "8" yang diulang terus-menerus oleh lebah tersebut (lihat gambar di atas). Lebah tersebut membentuk bagian tengah angka "8" dengan mengibas-ngibaskan ekor dan bergerak zig-zag. Sudut antara gerakan zig-zag dan garis matahari-sarang menunjukkan arah sumber makanan dengan tepat (lihat gambar di atas).
    Akan tetapi, sekadar mengetahui arah sumber makanan tidaklah cukup. Lebah pekerja juga harus "mengetahui" seberapa jauh mereka harus menempuh perjalanan mengumpulkan bahan pembuat madu. Jadi, lebah dari sumber bunga tersebut memberitahukan jarak serbuk bunga dengan gerakan tubuh tertentu, yakni dengan menggoyangkan bahagian bawah tubuhnya dan menimbulkan aliran udara. Misalnya, untuk "menjelaskan" jarak 250 m, ia mengibaskan bagian bawah tubuhnya lima kali dalam setengah minit. Dengan demikian, lokasi pasti sumber makanan tersebut dapat dijelaskan dengan terperinci, baik tentang jarak maupun arahnya.

Keajaiban Madu

    Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan Allah untuk manusia melalui serangga kecil ini?
    Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon.


Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
(QS. Al Jatsiyah, 45: 13)

 

Friday, 2 December 2011

hikmah sujud

Mungkin ramai di kalangan umat Islam tidak sedar mengenai pelbagai hikmah yang tersembunyi ketika sujud. Pada hal, kita perlu sedar bahawa tiada suatu pun ciptaan dan suruhan Allah s.w.t. yang sia-sia, malahan setiap ciptaan itu mempunyai kelebihan yang selalunya tidak terjangkau akal manusia.
Manusia melakukan sujud dalam dua bentuk, iaitu sujud fizikal seperti ketika bersolat dan sujud spiritual berbentuk ketaatan kepada perintah Allah s.w.t. dan menjauhi larangannya.
Ulama mengatakan sujud ketika solat adalah waktu manusia paling hampir dengan Allah s.w.t. dan mereka menggalakkan kita bersujud lebih lama.
Antara hikmah lain sujud adalah melegakan sistem pernafasan dan mengembalikan kedudukan organ ke tempat asalnya.
Bernafas ketika sujud pula boleh:
• membetulkan kedudukan buah pinggang yang terkeluar sedikit dari tempat asalnya.
• membetulkan pundi peranakan yang jatuh.
• melegakan sakit hernia. (burut)
• mengurangkan sakit senggugut ketika haid.
• melegakan paru-paru daripada ketegangan.
• mengurangkan kesakitan bagi pesakit apendiks atau limpa.
• kedudukan sujud adalah paling baik untuk berehat dan mengimbangkan lingkungan bahagian belakang tubuh.
• meringankan bahagian pelvis.
• memberi dorongan supaya mudah tidur.
• menggerakkan otot bahu, dada, leher, perut serta punggung ketika akan sujud dan bangun daripada sujud.
• pergerakan otot itu menjadikan ototnya lebih kuat dan elastik, secara automatik memastikan kelicinan perjalanan darah yang baik.
• bagi wanita, pergerakan otot itu menjadikan buah dadanya lebih baik, mudah berfungsi untuk menyusukan bayi dan terhindar daripada sakit buah dada.
• mengurangkan kegemukan.
• pergerakan bahagian otot memudahkan wanita bersalin, organ peranakan mudah kembali ke tempat asal serta terhindar daripada sakit gelombang perut(convulsions).
• organ terpenting iaitu otak manusia menerima banyak bekalan darah dan oksigen.
mengelakkan pendarahan otak jika tiba-tiba menerima pengepaman darah ke otak secara kuat dan mengejut serta terhindar penyakit salur darah dan sebagainya.

Lautan Yang Tidak Bercampur

Salah satu sifat lautan yang baru saja ditemukan ilmuwan telah diwahyukan dalam satu ayat Al Qur'an sebagai berikut:

Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang keduanya bertemu, (tetapi) di antara keduanya ada batas yang tidak bisa dilewati oleh masing-masingnya. (QS Ar-Rahman: 19-20)

Sifat lautan ini, yaitu saling bertemu, tetapi tidak saling bercampur sama sekali, baru saja ditemukan oleh ahli lautan. Karena gaya fisika yang disebut dengan “tegangan permukaan”, perairan di lautan yang saling berdekatan tidak akan bercampur. Karena disebabkan oleh perbedaan kekentalan air tersebut, tegangan permukaan mencegah kedua lautan tersebut saling bercampur, seolah ada dinding tipis di antara mereka.

Yang menarik, di masa ketika manusia tidak mempunyai pengetahuan fisika, tegangan permukaan atau ahli lautan, pengetahuan ini telah diwahyukan di dalam Al Qur'an.

Bentuk Muka Bumi

Pengetahuan astronomi (ilmu tentang benda langit) pada saat Al Qur'an diwahyukan memandang dunia dengan cara berbeda. Beberapa orang menganggap bahwa bumi ini datar, meskipun ada yang menganggap sebaliknya. Tetapi kenyataan bahwa bumi itu bulat tidaklah diketahui oleh semua orang. Akan tetapi, dari ayat Al Qur'an bisa dipahami secara tidak langsung, bahwa bentuk bumi adalah bulat. Ayat yang sesuai tentang ini berbunyi:

Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dia menutupkan (takwir) malam atas siang dan menutupkan (takwir) siang atas malam… (QS Az-Zumar: 5)

Kata berbahasa Arab ”takwir” diterjemahkan dengan ”menutupkan” dalam ayat di atas. Dalam Bahasa Indonesia, kata ini berarti melilitkan sesuatu pada benda lain, hingga terlipat seperti kain yang digulung”. Siang dan malam yang saling melilit ini hanya bisa terjadi jika bumi itu bulat. Tetapi, seperti disebutkan di atas, orang-orang Arab yang hidup 1.400 tahun yang lalu beranggapan bahwa bumi itu datar. Ini berarti bahwa bulatnya bumi diberitahukan secara tidak langsung dalam Al Qur'an, yang diwahyukan pada abad ketujuh. Hal ini karena Allah mengajarkan kebenaran kepada umat manusia. Persoalan ini, yang disebutkan dalam kitab yang diwahyukan oleh Allah, baru diperjelas dalam abad-abad setelahnya oleh para ilmuwan.

Karena Al Qur'an adalah perkataan Allah, perkataan yang paling benarlah yang digunakan untuk menggambarkan alam semesta. Mustahil seorang manusia mengetahui dan bisa memilih kata-kata tersebut. Karena Allah-lah yang mengetahui segalanya, Dia bisa menyampaikan kenyataan ini kepada manusia kapan pun Dia kehendaki.

Cap Jari

Ketika Al Qur'an menyatakan bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia kembali setelah mati, Allah menyuruh kita untuk memperhatikan sidik jari manusia.

Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Sekali-kali tidak, sungguh Kami berkuasa menyusun (kembali) setiap ujung jemarinya dengan sempurna. (QS Al-Qiyamah: 3-4)

Menghidupkan kembali tubuh manusia yang telah hancur membusuk adalah sangat mudah bagi Allah. Sekarang, perhatikanlah sidik jarimu. Sidik jari semua orang berbeda satu sama lain. Jika kalian punya saudara kembar, sidik jari mereka juga berbeda. Setiap orang yang hidup atau yang pernah hidup di dunia ini mempunyai bentuk sidik jari yang berbeda. Itulah mengapa sidik jari itu sama khasnya dengan identitas seorang manusia.

Allah Yang Maha Kuasa bisa menciptakan kita kembali, hingga perincian terkecilnya. Di sini, kita perlu mencamkan bahwa pentingnya sidik jari dan bahwa setiap orang memiliki sidik jari yang khas dimilikinya baru ditemukan di abad kesembilan belas. Tetapi Allah telah menyuruh kita memperhatikan ujung-ujung jari kita pada 1.400 tahun yang lalu dalam Al Qur'an.

Ada beberapa persoalan lain yang secara ajaib diterangkan dalam Al Qur'an. Kita hanya akan membahas beberapa di antaranya di sini. Namun semua ini sudah cukup untuk menjelaskan bahwa Al Qur'an adalah perkataan Allah. (Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa membaca buku Keajaiban Al Qur'an karya Harun Yahya.)

Allah memberi tahu kita tentang hal berikut mengenai Al Qur'an:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Seandainya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka akan menemukan pertentangan yang banyak di dalammya. (QS An-Nisaa’: 82)

Seperti telah dijelaskan dalam ayat di atas, Al Qur'an memberikan informasi yang akurat. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, semakin banyak keajaiban yang diterangkan di dalam Al Qur'an yang terungkap. Keajaiban-keajaiban Al Qur'an ini membuktikan bahwa Al Qur'an adalah wahyu dari Allah. Di sini, adalah kewajiban kita untuk mempelajari dan mengamalkan perintah-perintah Al Qur'an secara seksama.

Allah memerintahkan kita untuk berpegang teguh pada Al Qur'an dalam banyak ayat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan, yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kalian diberi rahmat. (QS Al-An’aam: 155)

…adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya. (QS ‘Abasa: 11-12)

Solat Tahadjud

Allah Maha Mengetahui.
Dari segi sains perubatan pula, kita akan menyedut oksigen khusus yang wujud di atmosfera bumi antara lebih kurang jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita ke arah menyegarkan badan dan melicinkan gerak saliran darah. Kedua-dua oksigen dan gerak otot itu sangat penting dalam memastikan kesihatan tubuh badan manusia. Oksigen itu hilang dari atmosfera bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sehingga esok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini dapat menikmati oksigen tersebut. Mereka yang bangun tidur lewat tidat merasa nikmat oksigen ini.



RAHSIA PERGERAKAN OTOT DALAM SOLAT
Cuba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika solat.Secara kasar, pada mula kita berdiri tegak (qiyam) kemudian angkat kedua tangan bertakbir dan letakkan tangan di atas pusat - kita telah membesarkan rongga dada kita manakala paru-paru akan terasa luas serta menggerakkan otot di kedua belah tangan.
Ketika ruku' dengan badan membongkok ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus ianya menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkin.
Waktu sujud pula, seluruh berat badan terpikul sepenuhnya di atas otot-otot kedua-dua tangan, kaki. dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat sahaja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.
Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan selepas itu kita berdiri kembali. Dalam gerak badan kali ini kita telah secara automatik menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, peha, kaki bahagian bawah an lain-lain otot lagi. Selain dari itu kita juga melakukan dua macam duduk - pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua-dua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal peha, kelengkang, jari-jari kaki dan lain-lain. Dalam kita memberi salam juga kita gerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain.
Kalau kita lihat dari dua perkara tersebut di atas iaitu mendapatkan oksigen yang istimewa dan gerak otot-otot yang semuanya ini sudah tentu akan memastikan kesihatan tubuh badan kita. Solat tahajud juga boleh menjauhkan penyakit buah pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.

Air @ Tanah

Sebagaimana yang dikatakan oleh para saintis, dunia ini terdiri dari tanah dan air. Dalam dunia sains, mereka mendapati air adalah sebanyak 71% dan tanah adalah sebanyak 29%.

Sebenarnya dalam Al-Quran banyak kali dinyatakan mengenai air dan tanah. Setelah membuat pengiraan didapati Allah telah menyebut mengenai air sebanyak 32 kali dan tanah sebanyak 13 kali. Oleh itu, dengan menggunakan pengiraan matematik yang mudah

Air + tanah = 32 + 13 =45

Peratusan air,

32/45 X 100 = 71.1111111

Peratusan tanah,

13/45 X 100 = 28.888889

Oleh itu apabila dibundarkan ke nombor bulat, dapatlah peratus bagi air dan tanah. Tidakkah kita sedar bahawa sememangnya Allah telah menurunkan kitab Al-Quran dan memberikan petunjuk didalamnya!!!

Solat Berjemaah Mengikut Fizik

Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah
membuat satu kajian tentang kelebihan solat
berjemaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya
tubuh badan kita mengandungi dua cas elektrik iatu
cas positif dan cas negatif. Dalam aktiviti harian
kita sama ada bekerja, beriadah atau berehat, sudah
tentu banyak tenaga digunakan.

Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku
pertukaran cas positif dan cas negatif, yang
menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita.

Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita
rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktiviti
seharian. Oleh itu cas-cas ini perlu diseimbangkan
semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap
normal.

Berkaitan dengan solat berjemaah, timbul persoalan
di minda professor ini mengapa Islam mensyariatkan
solat berjemah dan mengapa solat lima waktu yang
didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang
tidak sama.

Hasil kajiannya mendapati bilangan rakaat yang
berbeza dalam solat kita bertindak menyeimbangkan
cas-cas dalam badan kita. Semasa kita solat
berjemaah, kita disuruh meluruskan saf, bahu bertemu
bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan
yang dianjurkan semasa solat berjemaah itu mempunyai
berbagai kelebihan. Kajian sains mendapati sentuhan
yang berlaku antara tubuh kita dengan tubuh ahli
jemaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan
menstabilkan kembali cas-cas yang diperlukan oleh
tubuh. Ia berlaku apabila cas yang berlebihan - sama
ada negatif atau positif akan dikeluarkan, manakala
yang berkurangan akan ditarik ke dalam kita. Semakin
lama pergeseran ini berlaku, semakin seimbang cas
dalam tubuh kita.

Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari
tidur, badan kita akan merasa segar dan sihat
setelah berehat berapa jam. Ketika ini tubuh kita
mengandungi cas-cas positif dan negatif yang hampir
seimbang. Oleh itu, kita hanya memerlukan sedikit
lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh
dapat dicapai. Sebab itu, solat Subuh didirikan 2
rakaat.

Seterusnya, setelah sehari kita bekerja kuat dan
memerah otak semua cas ini kembali tidak stabil
akibat kehilangan cas lebih banyak daripada tubuh.
Oleh itu, kita memerlukan lebih banyak pertukaran
cas. Solat jemaah yang disyariatkan Islam berperanan
untuk memulihkan keseimbangan cas-cas berkenaan.
Sebab itu, solat Zohor didirikan 4 rakaat untuk
memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran
cas dalam tubuh.

Situasi yang sama turut berlaku di sebelah petang.
Banyak tenaga dikeluarkan ketika menyambung kembali
tugas. Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan
cas yang banyak. Seperti mana solat Zohor, 4 rakaat
solat Asar yang dikerjakan akan memberikan ruang
kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama.

Lazimnya, selepas waktu Asar dan pulang dari kerja
kita tidak lagi melakukan aktiviti-aktiviti yang
banyak menggunakan tenaga. Masa yang diperuntukkan
pula tidak begitu lama. Maka, solat Maghrib hanya
dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai
dengan penggunaan tenaga yng kurang berbanding 2
waktu sebelumnya.

Timbul persoalan di fikiran professor itu tentang
solat Isyak yang mengandungi 4 rakaat. Logiknya,
pada waktu malam kita tidak banyak melakukan
aktiviti dan sudah tentu tidak memerlukan proses
pertukaran cas yang banyak.

Setelah kajian lanjut, didapati terdapat
keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat
dalam solat Isyak. Kita sedia maklum, umat Islam
amat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun
menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Ringkasnya,
solat Isyak sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan
cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita
bangun malam (qiamullail).

Dalam kajiannya, professor ini mendapati bahawa
Islam adalah satu agama yang lengkap dan istimewa.
Segala amalan dan suruhan Allah Taala itu mempunyai
hikmah yang tersirat untuk kebaikan umat Islam itu
sendiri. Belaiu merasakan betapa kerdilnya diri dan
betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan
hidayah Allah beliau memeluk agama Islam.

So, apa lagi. Jom la kita mengamalkan solat berjemaah nih. Wallahualam

ORANG MELAYU

Allah.........................

Assalammualikum.........

Assalamualaikum (bahasa Arab: السلام عليكم al-salāmu 'alaykum; selamat sejahtera ke atas kamu semua) merupakan ucapan salam dalam bahasa Arab, dan digunakan oleh umat Islam. Ucapan ini adalah sunah Nabi Muhammad s.a.w., yang dapat merekatkan ukhuwah Islamiyyah umat Muslim di seluruh dunia. Memberi salam adalah sunat, sedangkan menjawabnya adalah wajib.
Salam ini juga digunakan oleh masyarakat Kristian di Timur Tengah yang mempunyai erti "kedamaian dan kesejahteraan" bagi yang mengucapkan salam dan penerima salam tersebut. Salam ini sama dengan salam shalom aleichem dalam bahasa Ibrani.
Allah s.w.t. berfirman dalam Surah Al-Hasyr Ayat 23:
Dialah Allah, tidak ada ilaah (sesembahan) yang layak kecuali Dia, Maha Rajadiraja, yang Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Mengurniai rasa aman, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Memiliki segala keagungan. Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan.
Di dalam ayat ini, al-Salam; dibaca As-Salam (Maha Sejahtera) adalah satu dari nama-nama agung Allah s.w.t. Kini, Kita akan mencuba untuk memahami erti, keutamaan dan penggunaan kata Salam.
Sebelum terbitnya fajar Islam, orang Arab biasa menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti Hayakallah yang ertinya semoga Allah menjagamu tetap hidup, kemudian Islam memperkenalkan ungkapan Assalamu ‘alaikum. Ertinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi di dalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan bahawa Salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan bermakna Semoga Allah menjadi Pelindungmu.
Ungkapan Islami ini lebih berbobot dibandingkan dengan ungkapan-ungkapan kasih-sayang yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini dapat dijelaskan dengan alasan-alasan berikut ini.
1. Salam bukan sekedar ungkapan kasih-sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logik kasih-sayang yang di wujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar anda selamat dari segala macam duka-derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi Salam mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.
2. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tidak satupun makhluk yang dapat memalangi atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.
3. Perhatikanlah bahawa ketika seseorang mengatakan kepada anda, “Aku berdoa semoga kamu sejahtera.” Maka dia menyatakan dan berjanji bahawa anda aman dari tangan (perlakuan)nya, lidah (lisan)nya, dan dia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga-diri anda.
Ibnu Al-Arabi didalam Ahkamul Qur’an mengatakan: Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahawa ‘kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.’ Kesimpulannya, bahawa Salam bererti, (i) Mengingat (dzikr) Allah SWT, (ii) Pengingat diri, (iii) Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim, (iv) Doa yang istimewa, dan (v) Pernyataan atau pemberitahuan bahawa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’ Sebuah Hadith merangkumnya dengan indah:
Muslim sejati adalah bahawa dia tidak membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya
Jika kita memahami hadith ini sahaja, sudahlah cukup untuk memperbaiki semua umat Muslim. Karena itu Rasulullah Muhammad SAW sangat menekankan penyebaran pengucapan Salam antar sesama Muslim dan beliau menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama diantara perbuatan-perbuatan baik yang anda kerjakan. Ada beberapa Sabda Rasulullah, SAW yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antara seluruh Muslim.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Kamu tidak dapat memasuki Syurga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih-sayang diantara kamu sekalian? Sebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal mahupun yang belum kamu kenal.” (Muslim)
Abdullah bin Amr RA mengisahkan bahawa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah amalan terbaik dalam Islam?” Rasulullah SAW menjawab: Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.” (Sahihain)
Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)
Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, darjatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.
Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum.” Maka Rasulullah SAW pun membalas dengan ucapan “Wa’alaikum salaam wa rahmah” Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu’alikum wa rahmatullah” Maka Rasulullah membalas dengan, “Wa’alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh” . Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu’alikum wa rahmatullah wabarakatuhu.” Rasulullah SAW menjawab: ”Wa’alaika”. Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendah-hatian, “Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan Salam yang ringkas kepadamu, Engkau membalas dengan Salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi Salam yang lengkap kepadamu, aku terkejut Engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika.” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Kerana itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah didalam Al-Qur’an.”
Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahawa, membalas Salam dengan tiga frasa (anak kalimat) itu hukumnya Sunnah, yaitu cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Kebijaksanaan membatasi Salam dengan tiga frasa ini karena Salam dimaksudkan sebagai komunikasi ringkas bukannya pembicaraan panjang.
Di dalam ayat ini Allah SWT menggunakan kalimat objektif tanpa menunjuk subjeknya. Dengan demikian Al-Qur’an mengajarkan etik membalas penghormatan. Di sini secara tidak langsung kita diperintah untuk saling memberi salam. Tidak adanya subjek menunjukkan bahawa hal saling memberi salam adalah kebiasaan dan wajar yang selalu dilakukan oleh orang-orang beriman. Tentu sahaja yang mengawali mengucapkan salamlah yang lebih dekat kepada Allah SWT sebagaimana sudah dijelaskan diatas.
Hasan Basri menyimpulkan bahawa:
"Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban” Disebutkan didalam Muwattha’ Imam Malik, diriwayatkan oleh Tufail bin Ubai bin Ka’ab bahwa, Abdullah bin Umar RA biasa pergi ke pasar hanya untuk memberi salam kepada orang-orang disana tanpa ada keperluan membeli atau menjual apapun. Ia benar-benar memahami erti penting mengawali mengucapkan salam."
Pada bahagian kalimat terakhir Surah An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.
Di sini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.
Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahawa:
  • Orang yang berkenderaan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.
  • Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.
  • Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.
  • Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.
  • Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).
  • Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.
Pengecualian kewajiban menjawab salam:
  • Ketika sedang solat. Membalas ucapan salam ketika solat membatalkan solatnya.
  • Khatib, orang yang sedang membaca Al-Quran, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.
  • Ketika sedang buang air atau berada di bilik mandi.
Selanjutnya, Allah SWT menerangkan keutamaan salam didalam surat Al-An’aam ayat 54:
Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Iaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian dia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Di ayat ini Allah SWT memerintah Nabi Muhammad SAW sehubungan dengan orang-orang beriman yang miskin, yang hampir semuanya menumpang tinggal di tempat para sahabat. Walaupun orang-orang kafir yang kaya meminta agar Rasulullah SAW mengusir para dhuafa’ itu supaya orang-orang kaya itu bisa bersama Rasulullah, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyambut para dhuafa’ Muslim itu dengan ‘Assalamu ‘alaikum’ pada sa’at kedatangan mereka. Hal ini mengandung dua erti: Pertama, menyampaikan penghormatan dari Allah SWT kepada mereka. Ini adalah kehormatan dan penghargaan yang tinggi bagi Muslim yang miskin dan tulus hati. Perlakuan ini menguatkan hati dan menambah semangat mereka. Arti ke-dua, menyampaikan sambutan yang baik yang pantas mereka terima, atas izin Allah SWT, dengan nyaman, damai dan tenang, meskipun jika mereka membuat beberapa kesalahan.
Semoga Allah SWT menganugerahi kita kesanggupan untuk melaksanakan pengucapan salam dengan semangat Islami yang lurus didalam hidup kita sehari-hari dan dengan melaksanakannya menumbuhkan kasih-sayang dan persatuan diantara kita. Amiin.

Wednesday, 30 November 2011

Pdang Harapan KU........................

........................█▓
........................█▓
........................█▓
........................█▓
........................█▓
........................█▓
........................█▓
........................█▓
....................╔╝_۩_╚╗
...........۞ ۩۩۞ ==۞==۞۩۩۞
...........╔══۩ ۩۩۩۩ ۩۩۩۩۩══╗
.......╘╗___=╔=╝█▓╚=╗=___╔╛
.......۞]═╬|▓▓<(akim)>▓▓|╬═[۞
.......┌╜‾‾‾╚)۞] ░ [۞(╝‾‾‾╙┐
...........\/¯¯¯ /°۩/۞\۩°\ ¯¯¯\/
................\ø¤¤ ۩۞۩¤¤ø/
....................['۞'█▓'۞']
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................[[[۩۞۩]]]
.....................[[[[█▓]]]]
.....................\[[۩۞۩]]/
......................\[[۩۩]]/
.......................\[۞]/
.........................\|/

KAREKTER YAHUDI DALAM AL-QURAN


1. Bangsa yang pertama kali kafir kepada Nabi Muhammad SAW.(Al-Baqarah: 41).
2. Bangsa yang suka memutar balikkan kebenaran (Al-Baqarah: 42).
3. Bangsa yang diperingatkan Allah dengan keingkaran terhadap nikmat Allah (Al-Baqarah: 47-48).
4. Bangsa yang pernah diuji dalam perhambaan raja-raja mesir (Al-Baqarah: 49).
5. Bangsa yang menyembah berhala ditengah bimbingan Nabinya (Al-Baqarah: 51).
6. Bangsa yang diperintahkan untuk membunuh diri masal (Al-Baqarah: 54).
7. Bangsa yang pertama kali mengingkari sifat ghaib dan paham materialisme (Al-Baqarah: 55-56)
8. Bangsa yang suka berbuat aniaya di tengah nikmat Allah (Al-Baqarah: 57).
9. Bangsa yang paling cerewet dengan Nabinya (Al-Baqarah: 61).
10. Bangsa yang cepat melanggar janji Allah (Al-Baqarah: 65).
11. Bangsa yang paling suka mempermainkan perintah Nabi (Al-Baqarah: 67-71).
12. Bangsa yang paling keras menolak kebenaran Illahi (Al-Baqarah: 74).
13. Bangsa yang tidak boleh diharapkan beriman kepada kebenaran para Nabi (Al-Baqarah: 75)
14. Bangsa yang paling suka mengatur tipu daya di tengah masyarakat (Al-Baqarah: 76).
15. Bangsa yang suka memperjual-belikan agama Allah (Al-Baqarah: 79).
16. Bangsa yang beranggapan tidak disentuh api neraka kecuali sebentar (Al-Baqarah: 80-81).
17. Bangsa yang paling sedikit orang-orang baiknya (Al-Baqarah: 83).
18. Bangsa yang paling senang bermusuhan dengan sesamanya (Al-Baqarah: 84-85).
19. Bangsa yang paling sombong dan membanggakan etnisnya (Al-Baqarah: 91).
20. Bangsa yang paling rakus terhadap kesenangan duniawi dan takut mati (Al-Baqarah: 96).
21. Bangsa yang benci kepada malaikat Jibril dan Malaikat yang lain (Al-Baqarah: 97-98).
22. Bangsa yang paling suka mengingkari perjanjian (Al-Baqarah: 100).
23. Bangsa yang paling suka mengikuti khurafat (Al-Baqarah: 102).
24. Bangsa yang paling dengki kepada Nabi Muhammad dan umatnya (Al-Baqarah: 105)
25. Bangsa yang paling keras berupaya mengkafirkan umat Islam (Al-Baqarah: 109-110).
26. Bangsa yang sama sekali tidak mengakui agama Nasrani (Al-Baqarah: 113).
27. Bangsa yang pertama kali menyatakan Allah berputra (Al-Baqarah: 116).
28. Bangsa yang membenci kebebasan beragama (Al-Baqarah: 180).
29. Bangsa yang membenci agama ibrahim (Al-Baqarah: 130-133).
30. Bangsa yang rasialis dan apologetik (Al-Baqarah: 175).
31. Bangsa yang tidak malu bersikap sok tahu (Al-Baqarah: 139-140).
32. Bangsa yang menggangap dirinya paling pandai (Al-Baqarah: 142).
33. Bangsa yang hanya menuruti kemahuan sendiri (Al-Baqarah 145).
34. Bangsa yang paling mengenal ciri Nabi Muhammad tapi mengingkarinya (Al-Baqarah: 146).
35. Bangsa yang dikutuk Allah kerana merahsiakan kebenaran (Al-Baqarah: 159).
36. Bangsa yang paling fanatik terhadap tradisi dan leluhurnya (Al-Baqarah: 170).
37. Bangsa yang dagang dan riba sama saja (Al-Baqarah: 275).
38. Bangsa yang menjadikan agama sebagai Alat dusta (Ali Imran: 23-24)
39. Bangsa yang dilarang bagi kaum muslimin untuk bersetia kawan (Ali Imran: 28).
40.Bangsa yang pertama-tama merancang pembunuhan Nabi Isa as. (Ali Imran: 52-54).
41. Bangsa yang senang membuat siasat keragu-raguan (Ali Imran: 72-73).
42. Bangsa yang suka mengingkari amanah orang (Ali Imran: 75)
43. Bangsa yang suka mengada-ada dalam urusan agama (Ali Imran: 78).
44. Bangsa yang menjadikan agama sebagai alat untuk memperbudak bangsa lain (Ali Imran: 79-80).
45. Bangsa yang ingin membuat agama lain sebagai tandingan agama islam (Ali Imran: 83-85).
46.Bangsa yang kedlolimanya menyulitkan hatinya melihat kebenaran (Ali Imran; 86-87).
47. Bangsa yang suka menghalang orang berjalan kepada kebenaran (Ali Imran: 99).
48. Bangsa yang suka berpecah belah dan merosakkan fahaman agama (Ali Imran: 105).
49. Bangsa yang tidak suka melihat kebaikan ummat islam (Ali Imran: 118-120).
50. Bangsa yang mencela Allah sebagai si Faqir (Ali Imran: 181).
51. Bangsa yang suka membuat saiz kebenaran menurut selera sendiri (Ali Imran: 183).
52. Bangsa yang suka mencari pujian palsu (Ali Imran: 188).
53. Bangsa yang merasa dirinya paling bersih (An-Nisaa: 49).
54. Bangsa yang suka memeras orang lain apabila berkuasa (An-Nisaa: 53).
55. Bangsa yang selalu dengki gengan keberuntungan orang lain (An-Nisaa: 54).
56. Bangsa yang suka membuat kdlaliman dalam undang-undang (An-Nisaa: 60).
57. Bangsa yang berusagha mempengaruhi kearah kerosakan apabila dijadikan teman (An-Nisaa: 89).
58. Bangsa yang suka mempermainkan para Nabi (An-Nisaa: 153).
59. Bangsa yang mengaku membunuh Nabi Isa (An-Nisaa: 157).
60. Bangsa yang diharamkan Allah memakan makanan yang baik (An-Nisaa: 160).
61. Bangsa yang mengaku menjadi anak tuhan dan kekasihnya (Al-Maidah 18).
62. Bangsa yang paling pengecut (Al Maidah: 22).
63. Bangsa yang dibebani hukum berat kerana mental mereka yang bobrok (Al Maidah: 2
64. Bangsa yang paling cepat bersikap menolak kebenaran dan menyukai kebohongan (Al Maidah: 41).
65. Bangsa yang menyuruh rakyat berkonfrontasi dengan orang-orang yang benar (Al-Maidah: 41).
66. Bangsa yang gemar melakukan usaha-usaha kotor (Al-Maidah: 42).
67. Bangsa yang lebih takut kepada sesama manusia dari pada kepada Allah (Al Maidah: 44).
68. Bangsa yang suka mengejek dan mempermainkan agama islam (Al-Maidah: 58).
69. Bangsa yang mengatakan Allah itu bakhil (Al Maidah: 64).
70. Bangsa yang gemar membangkitkan peperangan (Al Maidah: 64).
71. Bangsa yang suka mendustakan kebenaran yang tidak disukai (Al Maidah: 70).
72. Bangsa yang berani membunuh Nabi-Nabinya (Al Maidah: 71).
73. Bangsa yang dilaknat oleh Nabi-Nabinya (Al Maidah: 78).
74. Bangsa yang ulamanya tidak peduli kemungkaran di tengah masyarakatnya (Al Maidah: 79).
75. Bangsa yang mahu berkerja sama dengan musuh-musuh agama demi menghancurkan Islam (Al-Maidah: 80).
76. Bangsa yang paling keras permusuhannya dengan agama Islam (Al-Maidah: 82).

unic-menuju wawasan